THE UNTAMED (2019)
The Untamed (2019)
50 episode durasi 45 menit
Genre: Wuxia, mistery, fantasy, persahabatan, drama kostum
Nontonnya bisa di mana aja, terkenal banget ini. Saya nontonnya di Netflix.
Sinopsis:
Drama ini menjadi kontroversial karena diadaptasi dari novel BL berjudul Mo Dao Zhu Si karangan Mo Xiang Tong Xiu. Tetapi dramanya tidak menampilkan aspek BL sama sekali, yang diangkat sebagai tema adalah persahabatan sejati. Salut pada team penulis skenario yang berhasil mengadaptasi novel ini ke drama dengan tema yang berbeda tanpa mengkhianati novelnya. (Saya sudah baca juga novelnya ya, so I knew what I said).
Baiklah tak usah dibahas novelnya. Kita bahas dramanya saja.
Tema dramanya adalah kisah persahabatan alias brotherhood yang tak lekang oleh waktu dan kematian. Ini tema kekal di kisah-kisah heroik dunia persilatan. Jadi gak ada BL-nya ya. Tak usah pula dicari BL-nya, ntar kecewa.
Drama ini dibuka dengan kematian Wei Wuxian seorang pendekar tangguh yang semula berdiri di aliran ilmu putih sebelum beralih ke aliran sesat. 10 tahun kemudian Wei Wuxian bangkit kembali dalam diri seorang pemuda bernama Mo Xuanyu, putra haram pemimpin utama koalisi perguruan-perguruan garis lurus, Jin Guashang, yang merupakan pimpinan Sekte Jin dari Lanling.
Kembalinya Wei Wuxian membongkar persekongkolan jahat 10 tahun yang lalu. Kehadiran kembali Wei Wuxian ini juga segera dikenali oleh sahabatnya Lan Wangji, anak buahnya Wen Ning alias Jenderal Hantu, dan adik perguruannya Jiang Cheng serta musuh dalam selimut yang belum terungkap jati dirinya. Kali ini Lan Wangji dan Wei Wuxian harus bekerja sama berusaha mengungkap siapa sesungguhnya dalang semua kekacauan di dunia persilatan kala itu.
Drama kemudian flash back ke masa 16 tahun yang lalu ketika semua tokoh sentral kita bertemu untuk pertama kali sebagai murid-murid 5 perguruan garis lurus yang mengamalkan kultivasi ilmu putih sebagai berikut:
Sekte Lan dari Gusu
Sebuah perguruan garis lurus dengan 3000 peraturan super ketat dan disiplin ala militer untuk murid-muridnya. Murid terbaiknya adalah adik ketua perguruan bernama Lan Wang Ji / Lan Zhan (Wang Yibo). Lan Wangji adalah murid teladan dan sangat disiplin, kemampuan kultivasi tinggi, sakti mandraguna dengan senjata andalan pedang Bichen dan Guqin Wangji. Sifatnya dingin, irit bicara, jarang senyum, tegas, dan sangat menjaga jarak, tetapi hatinya teguh pada kebenaran dan keadilan.
Sekte Jin dari Lanling
Sebuah perguruan garis lurus yang sangat berpengaruh dengan kekayaan besar dan murid yang banyak. Ketua perguruan ini berambisi menjadi pemimpin utama koalisi semua perguruan yang mengamalkan kultivasi ilmu putih. Murid utamanya adalah putra ketua sekte bernama Jin Zixuan (Cao Yuchen). Sebagai putra ketua perguruan besar yang berwajah tampan dan sakti mandraguna, ia sombong dan merasa diri lebih tinggi dari orang lain, namun demikian dia tetap teguh membela kebenaran. Sejak kecil ia sudah dijodohkan dengan putri ketua perguruan Jiang dari Yunmeng, tapi Jin Zixuan tidak menghargai tunangannya tersebut karena tidak cantik dan tidak sakti. Murid lain adalah Jin Guangyo (Zhu Zanjin), anak haram sang ketua perguruan Jin Guashang, ini ketua memang libidonya tanpa batas, nebar benih di mana-mana, jadi anak haramnya banyak bertebaran. Karena statusnya sebagai anak haram, dia diperlakukan buruk dan kerap dihina oleh ayah dan adiknya, namun demikian dia tetap setia membela perguruan dan selalu tersenyum santun di depan umum.
Sekte Nie dari Qinghe
Sebuah perguruan garis lurus dengan ilmu silat yang menggunakan golok bukan pedang sebagaimana perguruan lain, perguruan ini sangat keras terhadap sekte penganut ilmu hitam. Murid utamanya adalah adik ketua perguruan bernama Nie Huaisang, yang sayangnya kurang pintar dan tidak bisa silat apalagi terbang di atas pedang, kemampuan dasar para pendekar kultivasi. Tapi pemuda yang tampak polos dan tak kompeten ini sebenarnya memiliki kemampuan tersembunyi. Hobinya mengumpulkan barang seni dan kemana-mana bawa kipas.
Sekte Wen dari Qishan
Sebuah perguruan garis lurus yang sangat kuat dengan pengikut paling besar, karena pemimpin perguruan Wen Mao, sangat sakti dan menjadi pemimpin koalisi semua perguruan ilmu putih. Tanpa diketahui umum, perguruan Wen sudah menyimpang dari ajaran perguruan garis lurus dan sebenarnya menggunakan ilmu hitam dari pecahan senjata pusaka besi Stygian. Murid utama adalah putra pimpinan yang bernama Wen Chao, pemuda yang sombong walaupun ilmu kultivasinya rendah, gemar main perempuan dan menindas yang lebih lemah dengan menggunakan kesaktian pengawal pribadinya. Selain itu perguruan ini juga memiliki dokter yang paling hebat di masa itu bernama Wen Qing (Meng Ziyi). Wen Qing sebenarnya tidak tega melihat kesewenang-wenangan perguruannya terhadap orang yang lebih lemah tapi ia tak kuasa melawan ketuanya. Adik Wen Qing bernama Wen Ning (Yu Bin), seorang pemuda pemalu yang jago memanah tetapi segan menunjukkan kemampuannya karena dia sering dibully karena ia gagap.
Sekte Jiang dari Yunmeng
Sebuah perguruan garis lurus yang walaupun sakti tapi santai. Murid utama perguruan ini adalah putra angkat pemimpin perguruan bernama Wei Wuxian / Wei Ying (Xiao Zhan), pemuda tampan yang ceria, genius dengan ilmu kultivasi tingkat tinggi dan tak terkalahkan dengan senjata andalan pedang Subian dan kelak Seruling Chenqing. Hobinya minum arak, tebar pesona ke gadis-gadis dan bercanda. Namun demikian Wei Ying sangat menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dan membela kebenaran. Ia sangat dekat dengan adik seperguruannya, Jiang Cheng (Wang Zhuocheng), putra pimpinan perguruan. Jiang Cheng adalah pemuda yang emosional, gampang marah dan pendendam tapi sangat mengagumi kakak angkatnya Wei Ying. Ilmu kultivasinya cukup baik, dan ia sangat berambisi untuk menjadi pendekar hebat dan kelak ketua perguruan, namun demikian ia tidak berani membela Wen Qing, wanita yang ia cintai, ketika seluruh dunia persilatan memusuhi klan Wen. Ia membunuh rasa cintanya, memutuskan persaudaraan dengan Wei Ying demi mendapatkan pengakuan dan dukungan dari dunia persilatan. Murid ke tiga adalah Jiang Yanli (Xuan Lu), putri ketua perguruan, kakak Jiang Cheng. Jiang Yanli adalah gadis sederhana dengan wajah biasa aja, tidak jago silat tapi jago masak. Tipe perempuan lembut keibuan yang penyayang dan melindungi kedua adiknya Wei Ying dan Jiang Cheng. Cinta mati ke Jin Zhuxian, sayangnya yang bersangkutan adem aja.
Murid-murid utama ke lima perguruan ini pertama kali bertemu ketika mereka bersekolah di perguruan Lan di Gusu, ya kayak semacam pertukaran pelajar gitu lho. Lan Wangji, Jin Zhuxian, Jin Guanyo, Nie Huisang, Wen Chao, Wen Qing, Wen Ning, Jiang Yanli, Jiang Cheng dan Wei Wuxian semua harusnya belajar selama 1 tahun di Gusu. Tapi murid bandel Wei Ying hanya bertahan 3 bulan karena bertengkar dengan Jin Zhuxian demi membela Jiang Yanli yang dihina oleh tunangannya. Apalagi Wei Ying selalu membuat kesal gurunya karena iseng di kelas, melanggar jam malam dan berbagai aturan perguruan Lan Gusu. Parahnya lagi ketika dihukum dia malah berantem dengan Lan Wangji, sang ketua kelas yang bertanggung jawab mendisiplinkan siswa yang nakal.
Beberapa tahun kemudian mereka semua bertemu lagi ketika pecah perang antara perguruan Wen yang telah menunjukkan jati dirinya sebagai penganut aliran sesat dengan ke 4 perguruan garis lurus yang lain. Setiap perguruan berusaha menyelamatkan diri masing-masing tapi akhirnya sadar bahwa mereka harus bersatu untuk mengalahkan perguruan Wen yang kuat dengan pengikut yang banyak. Generasi muda sangat berperan di sini. Pahlawan utama ya bisa ditebaklah, Wei Wuxian dan Lan Wangji.
Tapi setelah perang selesai dengan kekalahan Sekte Wen, semua orang bermarga Wen ditindas dan diperbudak oleh sekte Jin Lanling. Di sini rasa keadilan Wei Wuxian terusik dan ia memutuskan untuk membela anggota klan Wen yang tak bersalah tapi ditindas juga. Keputusan ini membuat ia dianggap sebagai bagian dari musuh dunia persilatan. Hanya Lan Wangji yang mengerti keputusannya, karena iapun sebenarnya tidak terima perlakuan sewenang-wenang sekte Jin Lanling sebagai pemimpin koalisi perguruan garis lurus.
Di sini kedua tokoh utama mengalami pergolakan bathin dalam menentukan pilihan.
Ketika berbuat benar tidak selalu dihargai malah dihujat dan dibuang karena berlawanan dengan politik kekuasaan. Hanya sahabat sejati yang setia membela ketika semua meninggalkan. Sahabat sejati menasehati ketika salah, membela ketika benar walaupun dianggap salah di mata dunia.
Menurut saya, Xiao Zhan mampu menghadirkan sosok Wei Ying / Wei Wuxian / Tetua Yilling yang sangat kompleks. Tokoh Wei Wuxian mengalami proses pengembangan yang sangat signifikan dari pemuda polos ceria, tampan, populer, sakti mandraguna yang disukai dan dipuja banyak orang menjadi pemuda yang harus menjadi dewasa seketika karena tragedi yang menimpa sekte Jiang Yunmeng. Ada beberapa fase kehidupan yang dialami pemuda Wei Ying sampai menjadi Tetua Yiling yang bertanggung jawab atas hajat hidup orang banyak, sampai kemudian mengambil keputusan berat untuk mengorbankan diri demi kebaikan semua orang.
Saya agak ambigu dalam menilai akting Wang Yibo sebagai Lan Wang Ji. Tokoh ini irit bicara dan ekspresinya hanya ditunjukkan dari tatapan mata dan raut wajah. Tantangan banget ini, dan 50% dapatlah. Mungkin kalau yang main aktor yang lebih senior dan berpengalaman bisa lebih bagus. Tapi please deh, yang main kudu anak muda karena sebagian besar drama ini terjadi ketika mereka masih remaja.
Daaaaan visual itu penting, Ferguso 😆.
Yibo bisa menghadirkan sosok Lan Wangji yang dingin, irit bicara dan tanpa senyum, tapi tetap tampil anggun dan menawan.
Iniiih kalo dihadirkan sebagai male lead drama genre romance, kaum hawa udah pasti pada klepek-klepek (me including).
Drama ini penuh dengan adegan-adegan lucu dan momen mengharukan.
Sulit untuk dijabarkan tapi The Untamed adalah salah satu drama yang membuat saya gagal move on. Wei Ying and Lan Zhan are simply a fatal combination... gak ada obatnya 😆😆😆
OST-nya Wuji, keren banget.
Wuji ditampilkan baik dalam bentuk instrumentalia seruling maupun lagu yang dinyanyikan sebagai duet oleh kedua pemeran utama Xiao Zhan dan Wang Yibo yang mana keduanya memang penyanyi terkenal.
Drama: The Untamed
Donghua/anime: Pendekar Arwah (Founder of Diabolism). Saya sudah nonton. Cukup mirip sama dramanya. Anime ini ada juga yang versi chibi-chibi (ini lucu banget, saya suka)
Novel: Mo Dao Zhu Si (Grandmaster of Demonic Cultivation) saya baca yang terjemahan bahasa Inggris.
Manhua-nya juga ada tapi saya gak baca.
Rating saya: 9/10
Labels: C-Drama Review

0 Comments:
Post a Comment
<< Home