THE SWORD AND THE BROCADE (2021)
THE SWORD AND THE BROCADE (2021)
Episode: 45 @ 45 menit
Genre: Historical, Romance, Mystery
Rating saya: 8,5/10
Sinopsis:
Berlatar belakang kerajaan dinasti Ming, drama ini mengisahkan romansa antara Luo Shi Yi (Tan Song Yun) putri seorang selir keluarga Luo dengan Jenderal Xu Ling Yi / Marquis Yongping (Wallace Chung), seorang bangsawan dan pejabat tinggi istana.
Shi Yi sebagai putri selir sebenarnya statusnya tidak cukup tinggi untuk menjadi isteri sah keluarga Xu. Namun ia bisa jadi isteri sah karena isteri sah yang meninggal dunia adalah kakak tirinya (dari isteri sah ayahnya). Sebelum meninggal sang kakak meminta agar suaminya menikah dengan salah satu adiknya sehingga anak kandungnya ada yang merawat dan melindungi, karena ia takut anaknya akan dibunuh oleh selir-selir suaminya yang ingin anak mereka jadi pewaris. Karena permintaan inilah Shi Yi bisa menjadi isteri sah. Sebenarnya kalau boleh milih, Shi Yi ogah banget menikah dengan Ling Yi dan masuk dalam intrik politik istana dan harem suaminya. Tapi ketika berusaha melarikan diri, ibunya malah terbunuh. Akibatnya ia memutuskan untuk menyelidiki siapa pembunuh ibunya dengan masuk ke keluarga Xu, karena di saat kejadian hanya para wanita dari keluarga Xu yang berada di TKP karena mereka sedang bersembahyang di vihara dekat lokasi terbunuhnya ibunda Shi Yi.
Kehadiran pria misterius Lin Shi Xian (Daddi Tang) yang mencintai Shi Yi menjadi sandaran baginya untuk mencari pembunuh ibunya. Karena Shi Yi tidak percaya pada siapapun di keluarga Xu.
Di pihak lain ada Qiao Lian Fang, putri bangsawan dari isteri sah yang mengincar posisi jadi isteri sah Jenderal Xu Ling Yi karena cinta mati sama sang jenderal. Apa boleh buat, posisi isteri sah sudah terisi, Lian Fang saking cintanya bersedia merendahkan diri jadi selir. Ibunda Ling Yi, nyonya besar Xu yang memaksakan pernikahan ini karena merasa Lian Fang statusnya lebih cocok jadi isteri putranya. Ke depannya Lian Fang menjadi batu sandungan kehidupan Shi Yi.
Jadi dalam drama ini Jenderal Xu Ling Yi punya 1 isteri sah dan 3 selir. Dari almarhumah isteri sah dia punya 1 anak laki-laki. Dari selirnya yang berasal dari keluarga pedagang kaya ia juga punya 1 anak laki-laki. Selirnya yang lain tidak punya anak karena keguguran. Terakhir 2 anggota baru Shi Yi dan Lian Fang juga tidak hamil-hamil karena memang gak disentuh sama Pak Jenderal yang lebih condong mengurus negara dari pada ngurus isteri dan selirnya.
Sebagai isteri sah Shi Yi bertanggung jawab mengurus rumah tangga bangsawan yang juga dihuni ibu mertua super duper galak dan gak suka sama dia, ipar perempuan (janda dari kakak Ling Yi) yang untungnya baik hati, terpelajar dan fair. Selir-selir suaminya yang sok baik di depannya tapi tak segan menikam dari belakang. Adik suaminya yang menikah dengan putri kerajaan yang sombong dan merasa statusnya tinggi banget. 1 keponakan yang gak suka belajar dan 1 anak tiri yang diperlakukan berbeda karena anak selir.
Selain menjadi isteri bangsawan, Shi Yi adalah wanita wirausaha yang bekerja di luar rumah sebagai pengajar menyulam bagi para wanita pengungsi korban perang (ini dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan mertua, suami dan para selir).
Shi Yi juga terus berusaha menyelidiki misteri kematian ibunya.
Sibuk sekali Shi Yi ini dan berani gitu lho hidup nyrempet bahaya, menyamar jadi orang biasa di toko sulam, ketemu lelaki yang bukan suami dan keluarganya.
Dan ketika suaminya sedang tugas di luar kota, dia juga harus turun tangan menyelamatkan keluarga Xu yang menghadapi konflik external dengan musuh suaminya. You know lah kerajaan gitu kan banyak intrik politik saling menjatuhkan. Shi Yi udah kenyang yang beginian karena ayahnya sendiri yang pejabat sampai kehilangan posisi karena sikut-sikutan politik. Shi Yi digambarkan pintar bersiasat dan penuh perhitungan. Kemampuan Shi Yi memecahkan masalah ini membuat sang jenderal jadi mandang sang isteri. Begitupun sebagai suami dia harus nurut sama emaknya yang sentimen sama mantu yang dianggap rendah derajatnya ini.
Pokoke Shi Yi harus mati-matian mempertahankan posisi dan melindungi keluarga Xu dan nama baik suaminya sementara dia sendiri difitnah kiri kanan, dijegal dari posisi isteri sah, dan sebagainya. Semua dia jalani dengan niat bahwa setelah bisa mengungkap pembunuhan ibunya dan balas dendam, dia mau kabur, cerai dan hidup mandiri dengan kemampuannya menyulam.
Lho romansanya mana Kak? Ada, tenang saja. Tapi ini slow burn love ya. Cinta yang membara perlahan-lahan seperti api dalam sekam. Cinta yang terbit karena kebersamaan. Sang jenderal jatuh cinta, tapi isterinya gak mau disentuh. Untung jenderalnya sabar, dilakoni saja sampai akhirnya Shi Yi pun luluh, lumer, dan klepek-klepek sama PDKT ala sang jenderal yang sok dingin tapi hangat, keras tapi selalu melindungi dan membela Shi Yi. Skak mat mama mertua, terpaksa menerima lagi mantu yang sudah dibuang karena anaknya udah cinta mati sama isteri barunya 😅😅😅.
Plot cerita menarik dan cukup masuk akal. Pendalaman karakter iramanya seiring dengan alur cerita jadi tidak terkesan maksa. Kelihatan jelas kalau skenario disusun dengan hati-hati dan mendetil. Begitu baiknya setting back ground cerita yang solid, saya sampai bisa mengerti dan menerima konsep poligami dan pentingnya kehadiran para selir dalam keluarga bangsawan masa itu. Di dalamnya ada prestige dan kebutuhan untuk menunjang posisi keluarga mereka, supaya kuat melawan musuh-musuh politik.
Saya yang anti poligami dan menganggap isteri sah yang malang karena harus berbagi perhatian suami, bisa jatuh kasihan sama para selir yang dianggurin karena suami cuma cinta sama isteri sahnya. Para selir jadi seperti habis manis sepah dibuang. Memang kehidupan masa itu gak bisa dibandingkan dengan masa modern. Kehadiran selir adalah kebutuhan dan keharusan.
Dari segi akting Wallace Chung gak usah diragukan lagi, pas banget dalam memerankan Jenderal Xu Ling Yi. Sesuai harapanlah. Seven Tan sebagai Shi Yi juga bagus, mungkin tuntutan perannya harus begitu tapi menurut saya harusnya bisa lebih baik lagi, untuk peran wanita yang penuh perhitungan dan siasat, dia kurang tajam menampilkan sisi karakter itu, ia seakan terjebak pada karakter isteri utama yang anggun, lembut dan nrimo. Jika dibandingkan dengan drama kostum lain yang ia perankan, saya lebih suka aktingnya di Under The Power, lebih keluar bakat aktingnya. Tolong disimak ya, saya bandingkan akting Tan Song Yun dengan aktingnya di drama lain. Bukan Tan Song Yun dibanding artis lain. Jadi gak usah ada yang baper.
OST gak terlalu terkesan, alias sudah lupa kayak apa, padahal selesai nonton baru 2 bulan yang lalu. OST dinyanyikan oleh penyanyi terkenal Zhou Shen. Ada juga yang dinyanyikan oleh Tan Song Yun sendiri.
Rewatch value lumayan, kalo mau nonton lagi, saya akan pilih adegan mesranya aja, bikin mellow gimana gitu 😍😍😍.
Apakah drama ini layak tonton? Recommended banget. Happy ending pula. Salah satu drama berkualitas tahun 2021.
Oh ya kalau ada yang penasaran kenapa reviewnya baru bikin sekarang padahal nontonnya sudah selesai 2 bulan yang lalu, itu memang sengaja. Kalau sudah ada jeda waktu dan saya masih ingat apa yang membuat drama ini berkesan, berarti drama ini layak direview. The Untamed yang kelar nontonnya hampir 2 tahun yang lalu aja baru tahun ini dibikin reviewnya. Nyante saya mah, gak ambisius ngereview 🤣🤣🤣.
Labels: C-Drama Review

0 Comments:
Post a Comment
<< Home