My Daily Musing

Saturday, December 24, 2022

LOVE WILL TEAR US APART (2021)

LOVE WILL TEAR US APART (2021)

Type: Film Layar Lebar / Movie
Durasi: 1 jam 45 menit
Network: Viki
Genre: Romance; Kehidupan; LDR
Rating dari saya 9/10.

Sinopsis:
Kisah cinta 10 tahun antara Lu Qing Yang (Qu Chu Xiao) dan Ling Yi Yao (Zhang Jing Yi). Cinta yang begitu dalam tapi terhalang realita hidup karena ekonomi pas-pasan. Pas cuma untuk hidup hari ini.

Ini film benar-benar menggambarkan realitas hidup anak muda yang menggenggam erat cinta mereka walaupun ditentang orang tua yang ingin anak gadisnya menikah dengan pria mapan. Ling Yi Yao nekad memilih Lu Qing Yang yang miskin tapi idealis karena cinta.

Cinta pula yang membuat Lu Qing Yang rela berpisah, bekerja keras di tempat jauh (LDR) demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi wanita yang ia cintai.

Film ini benar-benar pandai menguras air mata penonton melihat perjuangan cinta mereka. Akting kedua PU sangat alami dan benar-benar menjiwai peran mereka.
Indah dan sangat menyentuh.


















Labels:

THE RISE OF PHOENIXES (2018)



THE RISE OF PHOENIXES (2018)

Genre: Drama sejarah; perebutan kekuasaan; kerajaan, strategi politik, romance;
Episode: 70 @ 40 menit
Network: Netflix 
Rating saya: 8,5/10

Sinopsis: 
Perebutan kekuasaan menuju tahta kekaisaran Tiansheng di antara para pangeran yang berujung pada tewasnya para pangeran satu demi satu.

Tokoh utama adalah Pangeran ke-6, Ning Yi, yang bukan anak favorit kaisar. Bahkan ia sempat dipenjara selama 8 tahun oleh kaisar karena membela kakaknya Pangeran ke-3 yang dituduh makar. Ketika akhirnya dibebaskan, ia menyembunyikan ambisi dan jati diri sesungguhnya, berpura-pura lemah, penyakitan dan tidak ingin jadi kaisar. Padahal ia sibuk menyusun strategi untuk dapat membalas dendam kematian kakaknya Pangeran ke-3 akibat fitnah dan persekongkolan jahat putra mahkota.

Tokoh utama wanita adalah Feng Zhiwei, keponakan Jenderal Qiu Shangqi, komandan pasukan infanteri. Walaupun hidup menumpang di rumah pamannya dan tidak dianggap, Feng Zhiwei sangat cerdas, kuat, berani dan penuh muslihat. Ketika putri tunggal kesayangan Jenderal Qiu dijodohkan dengan Pangeran ke-6, keluarga Qiu bersiasat menolak perjodohan itu dengan memaksa Feng Zhiwei untuk berpura-pura menjadi Qiu Yuluo dan menikah dengan Pangeran ke-6. Dengan kecerdasannya Zhiwei berhasil membuat Ning Yi membatalkan pernikahan tanpa menyebabkan masalah bagi keluarga Qiu.

Pertemuan antara Ning Yi dan Zhiwei menerbitkan benih ketertarikan di antara keduanya. Kecerdasan dan keberanian Zhiwei meninggalkan kesan mendalam bagi Ning Yi.
Ketika Zhiwei membutuhkan bantuan untuk mengindari kejaran putra mahkota Ning Chuan yang mencurigai adik kembarnya Feng Hao sebagai keturunan kaisar dinasti sebelumnya, Ning Yi bersedia membantu dengan syarat Zhiwei berpura-pura jadi pria dan masuk ke Chinming Academy. Zhiwei memakai nama samaran Wei Zhi dan menjadi murid terbaik akademi yang berujung pada Wei Zhi direkrut menjadi pejabat istana oleh kaisar. Pembawaan Wei Zhi yang polos tapi penuh ide-ide cemerlang membuat kaisar sangat menyukainya. Dengan cepat Wei Zhi menjadi pejabat favorit kaisar dan sangat didengar pendapatnya oleh kaisar. Tentu saja hal ini sangat berguna bagi strategi Pangeran Ning Yi. Berbagai plot dan strategi untuk saling menjatuhkan mewarnai drama ini. 

Kita dihibur dengan kecerdasan berimbang Wei Zhi dan Ning Yi dalam memecahkan semua permasalahan yang timbul. Bahu membahu pasangan ini melawan berbagai konspirasi jahat untuk menjatuhkan pangeran ke-6 Ning Yi. Kedekatan mereka berbuah pada rasa cinta yang bersemi di antara ke duanya.
Banyak multiplot yang membuat penonton terbawa suasana tegang sekaligus terbawa emosi kisah cinta Ning Yi dan Wei Zhi.

Jujur kalau saya tahu sebelumnya bahwa drama ini berjalan lambat selama 70 episode mungkin saya tidak akan menontonnya. (Awalnya saya kira hanya 56 episode).
Namun setelah mulai menonton dengan cepat saya terhanyut pada akting prima Chen Kun sebagai Ning Yi dan Ni Ni sebagai Feng Zhiwei / Wei Zhi dan chemistry yang terbangun apik di antara kedua pemeran utama ini. Konflik yang multiplot juga menarik untuk diikuti. 

Rahasia identitas Feng Zhiwei yang sebenarnya adalah putri ke-9 kaisar dinasti sebelumnya yang ditumbangkan oleh dinasti Ning membuat cinta antara Ning Yi dan Zhiwei menjadi sangat sulit untuk terwujud. Cinta yang dalam di antara keduanya terjalin sangat kuat penuh dengan momen indah dan mengharukan. Penonton sangat berharap pada happy ending bagi keduanya. Tapi cinta tak selalu berujung persatuan. Pernikahan keduanya dicadangkan untuk kehidupan berikutnya di mana mereka berharap tidak terlahir di keluarga kerajaan sehingga mereka dapat bersatu dalam cinta.

Kesan saya akan ending ini, justru ini adalah pilihan yang terbaik bagi Feng Zhiwei. Ketika Kaisar Ning Yi melamarnya untuk menjadi permaisurinya bisa ditebak kehidupan macam apa yang akan dilalui Zhiwei di harem kerajaan.

Feng Zhiwei yang sebelumnya adalah pejabat kerajaan yang aktif memberi saran bagi kaisar, pejabat berpengaruh yang pendapatnya didengar oleh semua orang, Direktur pendidikan Chinming Academy, satu-satunya inspektur kerajaan wanita yang dikirim ke daerah konflik untuk memadamkan upaya makar, ratu kerajaan Jinshi yang memimpin prajurit di medan perang, apakah ia bisa berbahagia sebagai Empress yang terkurung di Imperial Harem?

Ning Yi sebagai kaisar juga berbeda dari Ning Yi sebagai pangeran ke-6.
Kaisar Ning Yi sangat otokratik dan tak segan memaksakan kehendak, juga pada wanita yang dicintainya mati-matian. Ia tak segan membunuh saingan utamanya Raja Jinshi, Helian Zheng, suami Feng Zhiwei. Walaupun belakangan terbukti tindakannya bukan sengaja tapi impulsif untuk melindungi wanita yang dicintainya.

Apakah saya menyesal menonton drama panjang yang tidak berakhir happy ending ini? 
Jawabannya adalah TIDAK.

Perjalanan cinta dan perjuangan Ning Yi meraih tahta sangat menarik untuk ditonton. Drama ini juga menyuguhkan busana-busana indah, setting dekor yang megah dan tidak abal-abal. Sempurna.

Menyaksikan penampilan Feng Zhiwei sebagai wanita dan Wei Zhi sebagai pria sangat menarik karena kontras kedua pribadi ini dibawakan dengan sangat baik oleh Ni Ni.

Sementara itu ekspresi raut muka, tatapan wajah dan laku tubuh Ning Yi untuk menggambarkan konflik emosi juga sangat profesional.

70 episode The Rise of Phoenixes dengan ending yang kurang ideal tetap worth it untuk ditonton menurut saya.

Labels:

THE SLEUTH OF MING DYNASTY (2020)


THE SLEUTH OF MING DYNASTY (2020)

Genre: Historical, Mystery, Investigation
48 episode bisa ditonton di iQiyi
Rating saya: 8,8/10

Sinopsis:
The Sleuth of Ming Dynasty adalah drama fiksi sejarah dengan latar belakang dynasty Ming di tahun ke 14 pemerintahan Kaisar Chenghua (berkuasa 1464 - 1487). Drama ini dibuat berdasarkan fiksi sejarah dengan judul "Tahun ke-14 Pemerintahan Kaisar Chenghua" karangan penulis Meng Xishi.

Drama ini menampilkan 3 tokoh utama, yang salah satunya adalah tokoh sejarah, Kasim Wang Zhi. Dua tokoh utama yang lain kemungkinan besar adalah tokoh rekaan penulis novel.

Tang Fan / Tang Runqing (Darren Chen) adalah pejabat grade 6 yang bekerja sebagai hakim di pengadilan ibukota Shun Tian. Sifatnya optimis, baik hati, pintar menganalisa kasus kriminal dan hobi makan enak. Karakter tokoh ini mengingatkan saya pada karakter Baili Hongyi di drama seri Luoyang. Bedanya Baili Hongyi berasal dari keluarga bangsawan kelas tinggi yang penuh tata krama dan serius sementara Tang Fan adalah karakter sarjana lulusan terbaik ujian negara yang berasal dari rakyat biasa, ramah, terbuka dan cenderung polos.

Sui Zhou / Sui Guangchuan (Fu Meng-po), seorang veteran tentara kerajaan yang kemudian menjadi anggota Jinyiwei/Embroidered Uniform Guard/pengawal kerajaan yang merupakan polisi rahasia Kaisar dinasti Ming, berpangkat Baihu, pejabat grade 6. Selain jago kungfu, dia juga mahir memasak. Berasal dari keluarga bangsawan.

Kasim Wang Zhi (Liu Yaoyuan), Komandan Polisi Rahasia Biro Barat, bertanggung jawab langsung kepada Kaisar Chenghua. Dia juga merupakan orang kepercayaan Imperial Consort Wan, selir favorit kecintaan Kaisar Chenghua. Dia terkenal kejam, penuh siasat tapi pejabat yang jujur, tidak korup dan setia pada kaisar.

Ketiga tokoh yang berbeda latar belakang ini terpaksa bekerja sama untuk mengungkap kasus demi kasus kejahatan yang terjadi di ibukota. Dari awalnya terpaksa, akhirnya kerja sama ini membuahkan persahabatan penuh kepercayaan dan rasa setia kawan yang tinggi. Mereka bahu-membahu saling menolong dan bekerja sama untuk memecahkan kasus yang dihadapi ketiga tokoh ini di wilayah hukum masing-masing.

Ternyata belakangan terbukti, berbagai kejahatan yang terjadi merupakan bagian dari taktik konspirasi besar untuk menggulingkan kaisar. Ketiga sekawan ini sering harus mempertaruhkan nyawa dan jabatan demi memecahkan kasus-kasus tersebut sebelum bukti-bukti mengerucut pada upaya makar.

Drama ini nyaris tidak menampilkan kisah romantisme, dan pastinya tidak ada adegan kissing. Yang menarik bagi saya dari drama ini adalah kecerdasan Tang Fan menganalisa dan memecahkan kasus-kasus yang terjadi. Juga kecerdikan Kasim Wang Zhi dalam melawan para lawan politiknya di istana yang berusaha keras menjatuhkan dia. Dia juga harus bisa menjaga reputasi keluarga kerajaan walaupun mereka bersalah, demi menjunjung marwah kaisar.

Drama ini menampilkan sisi baik dari karakter utama Kasim Wang Zhi, yang dalam catatan sejarah merupakan kasim yang sangat berkuasa sehingga dianggap selama 4 tahun terakhir kekuasaan Kaisar Chenghua, sebenarnya pemegang kuasa adalah Kasim Wang Zhi.

Drama ini juga menampilkan sisi baik dari Selir Utama Wan yang dalam catatan sejarah memang merupakan cinta sejati Kaisar Chenghua walaupun berusia 17 tahun lebih tua dari kaisar. Dari catatan sejarah, Selir Utama Wan / Zhen'er digambarkan sebagai sosok yang sangat berkuasa di harem dan aktif melenyapkan para saingan dan keturunan kaisar dari selir yang lain setelah anaknya dengan kaisar meninggal dunia ketika berusia 10 bulan. Kekejaman Selir Utama Wan bahkan berimbas pada keputusan Putra Mahkota Zhu You Tang (ditampilkan baru berusia 8 tahun di drama ini), untuk hanya memiliki 1 orang isteri tanpa selir satupun ketika kelak naik tahta sebagai Kaisar Hongzhi. Kaisar Hongzhi menjadi salah satu dari sedikit kaisar monogami dalam sejarah kekaisaran Tiongkok.

48 episodes tidak terasa karena kasus-kasus rumit yang terjadi serta akhir episode yang menegangkan. Bagi penggemar drama genre misteri dan detektif seperti saya, drama ini sangat cocok dan memuaskan.


























Labels:

Friday, December 23, 2022

LOVE BETWEEN FAIRY AND DEVIL (2022)


LOVE BETWEEN FAIRY AND DEVIL (2022)

Genre: Comedy, Romance, Xian xia
Episodes: 36 @ 45 min + 2 episode tambahan.
Platform: iQIYI, WeTV, Netflix

Sinopsis:
Drama tentang cinta terlarang memang merupakan plot yang menarik untuk diangkat menjadi drama seri. ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Cinta antara Cang dan Anggrek karya penulis terkenal Jiu Lu Feng Xiang (novel lainnya yang telah diangkat menjadi drama adalah The Legends dan The Blue Whisper)

Dong Fang Qing Cang (Dylan Wang) adalah raja bulan yang sangat kuat, sakti mandraguna, terkenal kejam tanpa ampun, ditakuti makhluk 3 alam (dunia khayangan Shui Yu Tian, dunia manusia Danau Yunmeng dan dunia suku bulan Laut Cangyan).

30 ribu tahun yang lalu terjadi pertempuran hebat antara dunia khayangan dan dunia suku bulan alias laut Cangyan. Jangan tanya kenapa bulan ada di lautan, udah skenarionya begitu.

Dong Fang Qing Cang mematikan semua emosi jiwa untuk mendapatkan kesaktian api neraka. Kekuatan Dong Fang Qing Cang hanya bisa dibendung ketika Dewa Perang Chidi mengorbankan diri untuk merubah 100 ribu tentara bulan menjadi batu dan menghancurkan raga Dong Fang Qing Cang. Tetapi karena Dong Fang Qing Cang adalah makhluk immortal, jiwanya tetap hidup dan terpenjara di menara Haotian.

Xiao Lan Hua alias Peri Anggrek (Esther Yu) adalah peri lemah yang tinggal di Anjungan Arbiter kerajaan khayangan. Tugasnya menjaga buku takdir semua makhluk. Peri Anggrek tidak punya banyak kesaktian karena akarnya rusak tersiram arak gurunya ketika ia baru tumbuh. Ketika itu dia hampir mati tapi ditolong oleh Dewa Perang Changheng (Zhang Ling He). Dewa Changheng digambarkan tampan, perkasa dan sakti, jadi idola para peri pokoknya. Tak terkecuali Peri Anggrek yang jatuh cinta membabi buta pada Dewa Changheng walaupun tahu Dewa Changheng sudah punya tunangan dan harus menikah dengan Dewi Xi Yun demi melindungi ke 3 alam dari kebrutalan kerajaan bulan.

Gara-gara mengintip buku kehidupan Dewa Changheng sambil berkhayal bisa bersanding dengan dewa pujaannya, Peri Anggrek jadi tahu kalau Dewa Changheng terancam hidupnya ketika sedang memperbaiki segel Menara Haotian yang rusak.

Waks, pijimane ini, Peri Anggrek bergegas terbang ke Menara Haotian untuk menyelamatkan dewa tercinta. Apa daya, alih-alih menolong, dia malah kejeblos masuk ke menara Haotian dan tak sengaja membebaskan Raja Bulan Dong Fang Qing Cang yand ditakuti semua orang itu.

Konyolnya lagi ketika kesamber petir, tak sengaja mereka berciuman sehingga jiwa pun tertukar. Peri Anggrek yang lemah, penakut dan baik hati, masuk ke raga Dong Fang Qing Cang yang sakti mandraguna, sementara Dong Fang Qing Cang yang kejam, sadis dan jahat, masuk ke raga Peri Anggrek yang tak punya kekuatan dan kesaktian.

Mereka harus cari cara untuk bisa kembali ke raga masing-masing. Caranya ya itu tadi, ciuman sambil disamber petir.

Gak cuma di situ, peristiwa ajaib pertemuan mereka telah mengakibatkan keterikatan jiwa antara Peri Anggrek dan Dong Fang Qing Cang, apapun yang terjadi pada raga Peri Anggrek akan terjadi pula pada raga Dong Fang Qing Cang. Sementara apa pun emosi yang dirasakan Peri Anggrek akan berimbas pada Dong Fang Qing Cang. Dong Fang Qing Cang yang sudah puluhan ribu tahun tak kenal emosi dibikin kacau balau karena emosi Peri Anggrek yang naik turun.

Dong Fang Qing Cang tahu untuk bisa membebaskan 100 ribu tentara Bulan dia harus membunuh Peri Anggrek, tapi gak gampang membunuh Peri Anggrek karena kalo peri Anggrek mati, dia pun ikut mati.

Mulailah permainan Tom and Jerry antara Dong Fang Qing Cang dan Peri Anggrek. Dua ras yang seharusnya bermusuhan akhirnya malah jatuh cinta. Cinta terlarang yang dihujat baik di Khayangan maupun di Laut Canyang.

Melewati berbagai jalan berliku, cobaan berat dan pengorbanan, akhirnya cinta mereka menang dan dapat bersatu dalam happy ending di episode terakhir.

Drama Xian Xia ini disajikan apik dengan alur cerita yang efisien tanpa konflik berlarut-larut yang gak penting. Chemistry antara ke dua peran utama sangat dalam dan kental. 36 episodes terasa kurang, karena rasanya kita sudah masuk dalam dunia Dongfang Qingcang dan Xiao Lan Hua dan menjadi bagian dari kisah cinta mereka yang epic.
Gagal move on rasanya ๐Ÿ˜†

OST-nya Finding You langsung masuk kantong sebagai salah satu OST favorit saya.
Barisan soundtrack yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi papan atas China emang kualitasnya gak usah diragukan lagi.
1. Finding You (ๅฏปไธ€ไธชไฝ ) - Liu Yu Ning
2. Remaining Feelings (ไฝ™ๆƒ…) - Zhou Shen
3. Cutting Off Love (่ฏ€็ˆฑ) - Faye Chan
4. Shore (ๅฝผๅฒธ) - Jing Long & Jing Di
5. Longing (ๅฟต) - Shuang Sheng
6. Amnesia (ๅคฑๅฟ†) - Yu Shu Xin
7. Cang-Lanโ€™s Oath (่‹ๅ…ฐๅฅ‘) - Li Chang Chao
8. I Still Remember That Day (ๆˆ‘่ฟ˜่ฎฐๅพ—้‚ฃๅคฉ) - Shen Yi Cheng
9. I Want To Be With You (ๆƒณๅ’Œไฝ ) - Yu Shuxin, Wang Hedi


Sebagai drama xian xia yang sukses membuat saya menonton ongoing dan menunggu hari tayang dengan tak sabar, walaupun saya bukan penikmat genre xian xia, LBFAD saya beri rating 9/10.

Labels:

Wednesday, December 21, 2022

THE SWORD AND THE BROCADE (2021)

THE SWORD AND THE BROCADE (2021)
Episode: 45 @ 45 menit
Genre: Historical, Romance, Mystery 
Rating saya: 8,5/10

Sinopsis:
Berlatar belakang kerajaan dinasti Ming, drama ini mengisahkan romansa antara Luo Shi Yi (Tan Song Yun) putri seorang selir keluarga Luo dengan Jenderal Xu Ling Yi / Marquis Yongping (Wallace Chung), seorang bangsawan dan pejabat tinggi istana.

Shi Yi sebagai putri selir sebenarnya statusnya tidak cukup tinggi untuk menjadi isteri sah keluarga Xu. Namun ia bisa jadi isteri sah karena isteri sah yang meninggal dunia adalah kakak tirinya (dari isteri sah ayahnya). Sebelum meninggal sang kakak meminta agar suaminya menikah dengan salah satu adiknya sehingga anak kandungnya ada yang merawat dan melindungi, karena ia takut anaknya akan dibunuh oleh selir-selir suaminya yang ingin anak mereka jadi pewaris. Karena permintaan inilah Shi Yi bisa menjadi isteri sah. Sebenarnya kalau boleh milih, Shi Yi ogah banget menikah dengan Ling Yi dan masuk dalam intrik politik istana dan harem suaminya. Tapi ketika berusaha melarikan diri, ibunya malah terbunuh. Akibatnya ia memutuskan untuk menyelidiki siapa pembunuh ibunya dengan masuk ke keluarga Xu, karena di saat kejadian hanya para wanita dari keluarga Xu yang berada di TKP karena mereka sedang bersembahyang di vihara dekat lokasi terbunuhnya ibunda Shi Yi.

Kehadiran pria misterius Lin Shi Xian (Daddi Tang) yang mencintai Shi Yi menjadi sandaran baginya untuk mencari pembunuh ibunya. Karena Shi Yi tidak percaya pada siapapun di keluarga Xu.

Di pihak lain ada Qiao Lian Fang, putri bangsawan dari isteri sah yang mengincar posisi jadi isteri sah Jenderal Xu Ling Yi karena cinta mati sama sang jenderal. Apa boleh buat, posisi isteri sah sudah terisi, Lian Fang saking cintanya bersedia merendahkan diri jadi selir. Ibunda Ling Yi, nyonya besar Xu yang memaksakan pernikahan ini karena merasa Lian Fang statusnya lebih cocok jadi isteri putranya. Ke depannya Lian Fang menjadi batu sandungan kehidupan Shi Yi.

Jadi dalam drama ini Jenderal Xu Ling Yi punya 1 isteri sah dan 3 selir. Dari almarhumah isteri sah dia punya 1 anak laki-laki. Dari selirnya yang berasal dari keluarga pedagang kaya ia juga punya 1 anak laki-laki. Selirnya yang lain tidak punya anak karena keguguran. Terakhir 2 anggota baru Shi Yi dan Lian Fang juga tidak hamil-hamil karena memang gak disentuh sama Pak Jenderal yang lebih condong mengurus negara dari pada ngurus isteri dan selirnya.

Sebagai isteri sah Shi Yi bertanggung jawab mengurus rumah tangga bangsawan yang juga dihuni ibu mertua super duper galak dan gak suka sama dia, ipar perempuan (janda dari kakak Ling Yi) yang untungnya baik hati, terpelajar dan fair. Selir-selir suaminya yang sok baik di depannya tapi tak segan menikam dari belakang. Adik suaminya yang menikah dengan putri kerajaan yang sombong dan merasa statusnya tinggi banget. 1 keponakan yang gak suka belajar dan 1 anak tiri yang diperlakukan berbeda karena anak selir.

Selain menjadi isteri bangsawan, Shi Yi adalah wanita wirausaha yang bekerja di luar rumah sebagai pengajar menyulam bagi para wanita pengungsi korban perang (ini dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan mertua, suami dan para selir).
Shi Yi juga terus berusaha menyelidiki misteri kematian ibunya. 

Sibuk sekali Shi Yi ini dan berani gitu lho hidup nyrempet bahaya, menyamar jadi orang biasa di toko sulam, ketemu lelaki yang bukan suami dan keluarganya.

Dan ketika suaminya sedang tugas di luar kota, dia juga harus turun tangan menyelamatkan keluarga Xu yang menghadapi konflik external dengan musuh suaminya. You know lah kerajaan gitu kan banyak intrik politik saling menjatuhkan. Shi Yi udah kenyang yang beginian karena ayahnya sendiri yang pejabat sampai kehilangan posisi karena sikut-sikutan politik. Shi Yi digambarkan pintar bersiasat dan penuh perhitungan. Kemampuan Shi Yi memecahkan masalah ini membuat sang jenderal jadi mandang sang isteri. Begitupun sebagai suami dia harus nurut sama emaknya yang sentimen sama mantu yang dianggap rendah derajatnya ini.

Pokoke Shi Yi harus mati-matian mempertahankan posisi dan melindungi keluarga Xu dan nama baik suaminya sementara dia sendiri difitnah kiri kanan, dijegal dari posisi isteri sah, dan sebagainya. Semua dia jalani dengan niat bahwa setelah bisa mengungkap pembunuhan ibunya dan balas dendam, dia mau kabur, cerai dan hidup mandiri dengan kemampuannya menyulam.

Lho romansanya mana Kak? Ada, tenang saja. Tapi ini slow burn love ya. Cinta yang membara perlahan-lahan seperti api dalam sekam. Cinta yang terbit karena kebersamaan. Sang jenderal jatuh cinta, tapi isterinya gak mau disentuh. Untung jenderalnya sabar, dilakoni saja sampai akhirnya Shi Yi pun luluh, lumer, dan klepek-klepek sama PDKT ala sang jenderal yang sok dingin tapi hangat, keras tapi selalu melindungi dan membela Shi Yi. Skak mat mama mertua, terpaksa menerima lagi mantu yang sudah dibuang karena anaknya udah cinta mati sama isteri barunya ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜….

Plot cerita menarik dan cukup masuk akal. Pendalaman karakter iramanya seiring dengan alur cerita jadi tidak terkesan maksa. Kelihatan jelas kalau skenario disusun dengan hati-hati dan mendetil. Begitu baiknya setting back ground cerita yang solid, saya sampai bisa mengerti dan menerima konsep poligami dan pentingnya kehadiran para selir dalam keluarga bangsawan masa itu. Di dalamnya ada prestige dan kebutuhan untuk menunjang posisi keluarga mereka, supaya kuat melawan musuh-musuh politik.

Saya yang anti poligami dan menganggap isteri sah yang malang karena harus berbagi perhatian suami, bisa jatuh kasihan sama para selir yang dianggurin karena suami cuma cinta sama isteri sahnya. Para selir jadi seperti habis manis sepah dibuang. Memang kehidupan masa itu gak bisa dibandingkan dengan masa modern. Kehadiran selir adalah kebutuhan dan keharusan.

Dari segi akting Wallace Chung gak usah diragukan lagi, pas banget dalam memerankan Jenderal Xu Ling Yi. Sesuai harapanlah. Seven Tan sebagai Shi Yi juga bagus, mungkin tuntutan perannya harus begitu tapi menurut saya harusnya bisa lebih baik lagi, untuk peran wanita yang penuh perhitungan dan siasat, dia kurang tajam menampilkan sisi karakter itu, ia seakan terjebak pada karakter isteri utama yang anggun, lembut dan nrimo. Jika dibandingkan dengan drama kostum lain yang ia perankan, saya lebih suka aktingnya di Under The Power, lebih keluar bakat aktingnya. Tolong disimak ya, saya bandingkan akting Tan Song Yun dengan aktingnya di drama lain. Bukan Tan Song Yun dibanding artis lain. Jadi gak usah ada yang baper.

OST gak terlalu terkesan, alias sudah lupa kayak apa, padahal selesai nonton baru 2 bulan yang lalu. OST dinyanyikan oleh penyanyi terkenal Zhou Shen. Ada juga yang dinyanyikan oleh Tan Song Yun sendiri.

Rewatch value lumayan, kalo mau nonton lagi, saya akan pilih adegan mesranya aja, bikin mellow gimana gitu ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Apakah drama ini layak tonton? Recommended banget. Happy ending pula. Salah satu drama berkualitas tahun 2021.

Oh ya kalau ada yang penasaran kenapa reviewnya baru bikin sekarang padahal nontonnya sudah selesai 2 bulan yang lalu, itu memang sengaja. Kalau sudah ada jeda waktu dan saya masih ingat apa yang membuat drama ini berkesan, berarti drama ini layak direview. The Untamed yang kelar nontonnya hampir 2 tahun yang lalu aja baru tahun ini dibikin reviewnya. Nyante saya mah, gak ambisius ngereview ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Labels:

Tuesday, December 20, 2022

YOU ARE MY GLORY (2021)

You are My Glory (2021)

Genres: Comedy, Romance, Life

Episodes: 32 @ 35 menit

Rating saya: 9/10


Sinopsis:

Drama romcom ini mengangkat tema CLBK alias cinta lama bersemi kembali. Drama ini buah karya penulis Gu Man yang sudah banyak karyanya diangkat jadi film dan drama. (Love O2O, You are My Sunshine, My Sunshine, Boss and Me).

Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) adalah seorang bintang film papan atas yang tenar dan cantik. Karena kepopulerannya dia dikontrak menjadi endorser dan brand ambassador game online Honor of Kings. Cilakaknya pas iseng main game tersebut permainannya sangat buruk dan rekaman permainannya diunggah ke weibo yang mengakibatkan muncul publisitas negatif sehingga kontraknya terancam tidak diperpanjang. Demi meredam kehebohan publik dan menyelamatkan kontrak dan reputasinya Jing Jing harus unjuk kemampuan memainkan game Honor of Kings melawan pemain game professional di malam penghargaan gamer professional 1 bulan kemudian. Jing Jing bertekad untuk berlatih main game untuk meningkatkan kemampuannya sehingga gak malu-maluin. Dia butuh pelatih yang bagus dan dapat dipercaya untuk melatihnya selama 1 bulan secara rahasia. 

Secara kebetulan ketika sedang bermain game ia terundang masuk ke tim yang sedang dibentuk Yu Tu (Yang Yang), seorang insinyur desain antariksa yang bekerja di pusat antariksa negara. Yu Tu bisa menambahkan Jing Jing secara tak sengaja karena Jing Jing berada dalam lingkaran pertemanannya di QQ. Pertemanan di aplikasi messenger QQ itu terjadi 10 tahun yang lalu ketika Jing Jing dan Yu Tu adalah teman sekelas di SMA. Tentu saja Yu Tu tidak ada bayangan kalau teman main game-nya yang gak bisa main itu adalah seorang gadis yang pernah ia tolak pernyataan cintanya ketika di SMA.

Sementara itu Jing Jing langsung mengenali Yu Tu, pemuda tampan dan genius, teman sekelasnya di SMA yang pernah menolak pernyataan cintanya. First love never dies. Ternyata Jing Jing masih menyimpan bara redup cinta pertama di lubuk hatinya yang paling dalam.

Dengan sedikit muslihat nakal Jing Jing berhasil mengundang Yu Tu untuk datang ke rumahnya. Dia berusaha meyakinkan Yu Tu yang jago main game untuk melatihnya secara privat. Yu Tu yang sedang cuti panjang bersedia membantu Jing Jing. Maka setiap hari, dari jam 9 pagi sampai 9 malam, mereka berlatih game dan mendiskusikan taktik dan strategi permainan.

Setelah mengenal Jing Jing lebih dekat, Yu Tu merasa bahwa dia telah salah menilai pribadi Jing Jing selama ini. Jing Jing dapat mengerti masalah berat yang sedang ia hadapi. Yu Tu sebenarnya tengah galau dan berniat mengundurkan diri dari pekerjaan karena masalah finansial. Tak dapat dipungkiri pekerjaannya sebagai pegawai negeri di bidang riset dan pengembangan tidak memberikan gaji yang memadai. Yu Tu berniat pindah pekerjaan ke perusahaan investmen keuangan, karena selain gelar doctor di aerospace engineering, dia juga punya gelar master di bidang manajemen keuangan. (Yu Tu ini jenius pisan, kuliahnya ambil 2 jurusan, teknik antariksa dan keuangan). Kebanyakan teman-teman kuliahnya yang berkecimpung di dunia finance telah menjadi direktur keuangan dengan gaji berpuluh lipat dari gaji PNS-nya.

Kedekatan yang terjalin di antara keduanya menerbitkan benih-benih cinta di hati Yu Tu dan mengobarkan kembali bara cinta di hati Jing Jing. Sayangnya Yu Tu tidak berani mengungkapkan perasaannya karena merasa dirinya tak mampu memberikan apa-apa untuk Jing Jing, bintang film tenar yang kaya raya.

Drama ini sangat realistis mengangkat permasalahan yang terjadi dalam kehidupan nyata. Galau hati seorang pria yang harus menelan kenyataan pahit bahwa gadis yang ia cintai berada di dunia yang berbeda dengan dunianya. Remuk redamnya perasaan seorang wanita yang tak dapat meraih cinta yang sudah di depan mata. Jing Jing berusaha meyakinkan Yu Tu, tapi harga diri seorang pria lebih mahal dari pada emas cadangan bank sentral.

Drama ini tidak butuh orang ke tiga yang jahat, kesalah pahaman ataupun plot twist yang heboh untuk membuatnya menjadi drama terbaik di genre ini (menurut aku). Konflik yang terjadi sangat manusiawi dan membumi sehingga terasa seakan itu masalah kita. Well, pernah jadi masalah aku sih, ketika mantanku dulu gaji dan posisinya di bawah aku. Putus, gaes walopun sudah jalan 7 tahun ๐Ÿ˜ข.

Drama ini menampilkan akting terbaik Yang Yang. Ia mampu menampilkan gejolak hati Yu Tu walau tanpa kata-kata. Ekspresi wajah dan sorot matanya, mengkomunikasikan dengan baik suasana bathin dan perasaan tak berdaya seorang Yu Tu ketika harus melepas cinta sejati karena kondisi keuangan yang lemah. Sakitnya tuh di sinih ๐Ÿ’”.

Dilraba Dilmurat sebagai Qiao Jing Jing aktingnya sangat natural dan lepas. Ya iya lah, dia kan memerankan kehidupannya sendiri.

Ekspresi kegirangan Jing Jing ketika Yu Tu mau datang bisa bikin aku senyum-senyum sendiri, padahal udah nonton yang kedua kali lho.

Tapi aku juga suka ekspresi sedihnya ketika cintanya ditolak untuk kedua kalinya. Duh, kejam kali kau Yu Tu. Berbagai emosi campur aduk, kesedihan, tak percaya, tak berdaya, dan kemarahan semua berhasil ditampilkan dalam satu scene. Good job ๐Ÿ‘.

Chemistry kedua pemeran utama udah gak usah diragukan lagi, dah kayak nonton orang pacaran beneran. Berantemnya, baikannya, dan adegan bobok barengnya ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„, natural banget. (Tenang, ini drama china, di ranjang pun santun ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š)

Drama ini sangat kuat dalam dialog, semua mengalir dengan alami. Dialognya terstruktur dengan baik sehingga menghasilkan kelucuan komedi situasi yang berkualitas. Nilai 10/10 untuk dialog. (Aku nonton baik yang bahasa asli Mandarin dan yang didubbing bahasa Indonesia). 

Karena bukan penutur asli bahasa Mandarin dan hanya mengandalkan sub Indo, aku baru benar-benar menghargai kualitas dialog yang keren ini setelah menonton versi dubbing bahasa Indonesia di WeTV. Aku yakin bagi yang gape Mandarin pasti dialog aslinya lebih bagus lagi. Apalagi Yang Yang dan Dilraba Dilmurat pake suara asli mereka di drama ini.

Adegan yang paling epic bagiku adalah pernyataan cinta Yu Tu di depan WC umum rest area ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Mak, Yu Tu bener-bener tukang insinyur sejati, to the point banget, gak liat lokasi pulak ๐Ÿ™ˆ. 

Anyway, karena ini romcom ringan, yang manis kayak gulali, ya pasti happy endinglah. (Psst, bagian bahas program antariksa China aku speed 2 x ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†).

OST-nya Fireworks and Stars yang dinyanyikan Liu Yuning, keren banget dan masuk jadi OST favoritku. Ada juga OST berjudul Fall in Love yang dibawakan secara duet oleh Curly Gao & Mika, itu aku juga suka.

Re-watch value 10/10. Ini satu-satunya drama yang aku tonton ulang secara komplit. Drama ini jadi drama pelipur lara yang enak ditonton ulang kalo lagi syedih atau kzl. Lagi gabut, tonton lagi, juga boleh.

Mohon maaf kalau kepanjangan, tapi beginilah aku, kalo ngereview suka lupa daratan.

Nonton bisa di WeTV (ada 2 versi: original mandarin dengan sub Indo dan dubbing bahasa Indonesia).

Bisa juga ditonton di YouTube:

https://youtu.be/u3TZZtPYhqg




Labels:

THE UNTAMED (2019)

The Untamed (2019)


50 episode durasi 45 menit
Genre: Wuxia, mistery, fantasy, persahabatan, drama kostum
Nontonnya bisa di mana aja, terkenal banget ini. Saya nontonnya di Netflix. 

Sinopsis:
Drama ini menjadi kontroversial karena diadaptasi dari novel BL berjudul Mo Dao Zhu Si karangan Mo Xiang Tong Xiu. Tetapi dramanya tidak menampilkan aspek BL sama sekali, yang diangkat sebagai tema adalah persahabatan sejati. Salut pada team penulis skenario yang berhasil mengadaptasi novel ini ke drama dengan tema yang berbeda tanpa mengkhianati novelnya. (Saya sudah baca juga novelnya ya, so I knew what I said).

Baiklah tak usah dibahas novelnya. Kita bahas dramanya saja. 

Tema dramanya adalah kisah persahabatan alias brotherhood yang tak lekang oleh waktu dan kematian. Ini tema kekal di kisah-kisah heroik dunia persilatan. Jadi gak ada BL-nya ya. Tak usah pula dicari BL-nya, ntar kecewa.

Drama ini dibuka dengan kematian Wei Wuxian seorang pendekar tangguh yang semula berdiri di aliran ilmu putih sebelum beralih ke aliran sesat. 10 tahun kemudian Wei Wuxian bangkit kembali dalam diri seorang pemuda bernama Mo Xuanyu, putra haram pemimpin utama koalisi perguruan-perguruan garis lurus, Jin Guashang, yang merupakan pimpinan Sekte Jin dari Lanling. 

Kembalinya Wei Wuxian membongkar persekongkolan jahat 10 tahun yang lalu. Kehadiran kembali Wei Wuxian ini juga segera dikenali oleh sahabatnya Lan Wangji, anak buahnya Wen Ning alias Jenderal Hantu, dan adik perguruannya Jiang Cheng serta musuh dalam selimut yang belum terungkap jati dirinya. Kali ini Lan Wangji dan Wei Wuxian harus bekerja sama berusaha mengungkap siapa sesungguhnya dalang semua kekacauan di dunia persilatan kala itu.

Drama kemudian flash back ke masa 16 tahun yang lalu ketika semua tokoh sentral kita bertemu untuk pertama kali sebagai murid-murid 5 perguruan garis lurus yang mengamalkan kultivasi ilmu putih sebagai berikut:

Sekte Lan dari Gusu
Sebuah perguruan garis lurus dengan 3000 peraturan super ketat dan disiplin ala militer untuk murid-muridnya. Murid terbaiknya adalah adik ketua perguruan bernama Lan Wang Ji / Lan Zhan (Wang Yibo). Lan Wangji adalah murid teladan dan sangat disiplin, kemampuan kultivasi tinggi, sakti mandraguna dengan senjata andalan pedang Bichen dan Guqin Wangji. Sifatnya dingin, irit bicara, jarang senyum, tegas, dan sangat menjaga jarak, tetapi hatinya teguh pada kebenaran dan keadilan.

Sekte Jin dari Lanling
Sebuah perguruan garis lurus yang sangat berpengaruh dengan kekayaan besar dan murid yang banyak. Ketua perguruan ini berambisi menjadi pemimpin utama koalisi semua perguruan yang mengamalkan kultivasi ilmu putih. Murid utamanya adalah putra ketua sekte bernama Jin Zixuan (Cao Yuchen). Sebagai putra ketua perguruan besar yang berwajah tampan dan sakti mandraguna, ia sombong dan merasa diri lebih tinggi dari orang lain, namun demikian dia tetap teguh membela kebenaran. Sejak kecil ia sudah dijodohkan dengan putri ketua perguruan Jiang dari Yunmeng, tapi Jin Zixuan tidak menghargai tunangannya tersebut karena tidak cantik dan tidak sakti. Murid lain adalah Jin Guangyo (Zhu Zanjin), anak haram sang ketua perguruan Jin Guashang, ini ketua memang libidonya tanpa batas, nebar benih di mana-mana, jadi anak haramnya banyak bertebaran. Karena statusnya sebagai anak haram, dia diperlakukan buruk dan kerap dihina oleh ayah dan adiknya, namun demikian dia tetap setia membela perguruan dan selalu tersenyum santun di depan umum.

Sekte Nie dari Qinghe
Sebuah perguruan garis lurus dengan ilmu silat yang menggunakan golok bukan pedang sebagaimana perguruan lain, perguruan ini sangat keras terhadap sekte penganut ilmu hitam. Murid utamanya adalah adik ketua perguruan bernama Nie Huaisang, yang sayangnya kurang pintar dan tidak bisa silat apalagi terbang di atas pedang, kemampuan dasar para pendekar kultivasi. Tapi pemuda yang tampak polos dan tak kompeten ini sebenarnya memiliki kemampuan tersembunyi. Hobinya mengumpulkan barang seni dan kemana-mana bawa kipas.

Sekte Wen dari Qishan
Sebuah perguruan garis lurus yang sangat kuat dengan pengikut paling besar, karena pemimpin perguruan Wen Mao, sangat sakti dan menjadi pemimpin koalisi semua perguruan ilmu putih. Tanpa diketahui umum, perguruan Wen sudah menyimpang dari ajaran perguruan garis lurus dan sebenarnya menggunakan ilmu hitam dari pecahan senjata pusaka besi Stygian. Murid utama adalah putra pimpinan yang bernama Wen Chao, pemuda yang sombong walaupun ilmu kultivasinya rendah, gemar main perempuan dan menindas yang lebih lemah dengan menggunakan kesaktian pengawal pribadinya. Selain itu perguruan ini juga memiliki dokter yang paling hebat di masa itu bernama Wen Qing (Meng Ziyi). Wen Qing sebenarnya tidak tega melihat kesewenang-wenangan perguruannya terhadap orang yang lebih lemah tapi ia tak kuasa melawan ketuanya. Adik Wen Qing bernama Wen Ning (Yu Bin), seorang pemuda pemalu yang jago memanah tetapi segan menunjukkan kemampuannya karena dia sering dibully karena ia gagap.

Sekte Jiang dari Yunmeng
Sebuah perguruan garis lurus yang walaupun sakti tapi santai. Murid utama perguruan ini adalah putra angkat pemimpin perguruan bernama Wei Wuxian / Wei Ying (Xiao Zhan), pemuda tampan yang ceria, genius dengan ilmu kultivasi tingkat tinggi dan tak terkalahkan dengan senjata andalan pedang Subian dan kelak Seruling Chenqing. Hobinya minum arak, tebar pesona ke gadis-gadis dan bercanda. Namun demikian Wei Ying sangat menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dan membela kebenaran. Ia sangat dekat dengan adik seperguruannya, Jiang Cheng (Wang Zhuocheng), putra pimpinan perguruan. Jiang Cheng adalah pemuda yang emosional, gampang marah dan pendendam tapi sangat mengagumi kakak angkatnya Wei Ying. Ilmu kultivasinya cukup baik, dan ia sangat berambisi untuk menjadi pendekar hebat dan kelak ketua perguruan, namun demikian ia tidak berani membela Wen Qing, wanita yang ia cintai, ketika seluruh dunia persilatan memusuhi klan Wen. Ia membunuh rasa cintanya, memutuskan persaudaraan dengan Wei Ying demi mendapatkan pengakuan dan dukungan dari dunia persilatan. Murid ke tiga adalah Jiang Yanli (Xuan Lu), putri ketua perguruan, kakak Jiang Cheng. Jiang Yanli adalah gadis sederhana dengan wajah biasa aja, tidak jago silat tapi jago masak. Tipe perempuan lembut keibuan yang penyayang dan melindungi kedua adiknya Wei Ying dan Jiang Cheng. Cinta mati ke Jin Zhuxian, sayangnya yang bersangkutan adem aja.

Murid-murid utama ke lima perguruan ini pertama kali bertemu ketika mereka bersekolah di perguruan Lan di Gusu, ya kayak semacam pertukaran pelajar gitu lho. Lan Wangji, Jin Zhuxian, Jin Guanyo, Nie Huisang, Wen Chao, Wen Qing, Wen Ning, Jiang Yanli, Jiang Cheng dan Wei Wuxian semua harusnya belajar selama 1 tahun di Gusu. Tapi murid bandel Wei Ying hanya bertahan 3 bulan karena bertengkar dengan Jin Zhuxian demi membela Jiang Yanli yang dihina oleh tunangannya. Apalagi Wei Ying selalu membuat kesal gurunya karena iseng di kelas, melanggar jam malam dan berbagai aturan perguruan Lan Gusu. Parahnya lagi ketika dihukum dia malah berantem dengan Lan Wangji, sang ketua kelas yang bertanggung jawab mendisiplinkan siswa yang nakal.

Beberapa tahun kemudian mereka semua bertemu lagi ketika pecah perang antara perguruan Wen yang telah menunjukkan jati dirinya sebagai penganut aliran sesat dengan ke 4 perguruan garis lurus yang lain. Setiap perguruan berusaha menyelamatkan diri masing-masing tapi akhirnya sadar bahwa mereka harus bersatu untuk mengalahkan perguruan Wen yang kuat dengan pengikut yang banyak. Generasi muda sangat berperan di sini. Pahlawan utama ya bisa ditebaklah, Wei Wuxian dan Lan Wangji. 

Tapi setelah perang selesai dengan kekalahan Sekte Wen, semua orang bermarga Wen ditindas dan diperbudak oleh sekte Jin Lanling. Di sini rasa keadilan Wei Wuxian terusik dan ia memutuskan untuk membela anggota klan Wen yang tak bersalah tapi ditindas juga. Keputusan ini membuat ia dianggap sebagai bagian dari musuh dunia persilatan. Hanya Lan Wangji yang mengerti keputusannya, karena iapun sebenarnya tidak terima perlakuan sewenang-wenang sekte Jin Lanling sebagai pemimpin koalisi perguruan garis lurus. 

Di sini kedua tokoh utama mengalami pergolakan bathin dalam menentukan pilihan.

Ketika berbuat benar tidak selalu dihargai malah dihujat dan dibuang karena berlawanan dengan politik kekuasaan. Hanya sahabat sejati yang setia membela ketika semua meninggalkan. Sahabat sejati menasehati ketika salah, membela ketika benar walaupun dianggap salah di mata dunia. 

Menurut saya, Xiao Zhan mampu menghadirkan sosok Wei Ying / Wei Wuxian / Tetua Yilling yang sangat kompleks. Tokoh Wei Wuxian mengalami proses pengembangan yang sangat signifikan dari pemuda polos ceria, tampan, populer, sakti mandraguna yang disukai dan dipuja banyak orang menjadi pemuda yang harus menjadi dewasa seketika karena tragedi yang menimpa sekte Jiang Yunmeng. Ada beberapa fase kehidupan yang dialami pemuda Wei Ying sampai menjadi Tetua Yiling yang bertanggung jawab atas hajat hidup orang banyak, sampai kemudian mengambil keputusan berat untuk mengorbankan diri demi kebaikan semua orang.

Saya agak ambigu dalam menilai akting Wang Yibo sebagai Lan Wang Ji. Tokoh ini irit bicara dan ekspresinya hanya ditunjukkan dari tatapan mata dan raut wajah. Tantangan banget ini, dan 50% dapatlah. Mungkin kalau yang main aktor yang lebih senior dan berpengalaman bisa lebih bagus. Tapi please deh, yang main kudu anak muda karena sebagian besar drama ini terjadi ketika mereka masih remaja. 
Daaaaan visual itu penting, Ferguso ๐Ÿ˜†.
Yibo bisa menghadirkan sosok Lan Wangji yang dingin, irit bicara dan tanpa senyum, tapi tetap tampil anggun dan menawan. 
Iniiih kalo dihadirkan sebagai male lead drama genre romance, kaum hawa udah pasti pada klepek-klepek (me including).

Drama ini penuh dengan adegan-adegan lucu dan momen mengharukan. 

Sulit untuk dijabarkan tapi The Untamed adalah salah satu drama yang membuat saya gagal move on. Wei Ying and Lan Zhan are simply a fatal combination... gak ada obatnya ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

OST-nya Wuji, keren banget. 
Wuji ditampilkan baik dalam bentuk instrumentalia seruling maupun lagu yang dinyanyikan sebagai duet oleh kedua pemeran utama Xiao Zhan dan Wang Yibo yang mana keduanya memang penyanyi terkenal.

Drama: The Untamed

Donghua/anime: Pendekar Arwah (Founder of Diabolism). Saya sudah nonton. Cukup mirip sama dramanya. Anime ini ada juga yang versi chibi-chibi (ini lucu banget, saya suka)

Novel: Mo Dao Zhu Si (Grandmaster of Demonic Cultivation) saya baca yang terjemahan bahasa Inggris.

Manhua-nya juga ada tapi saya gak baca.

Rating saya: 9/10

Labels: