THE RISE OF PHOENIXES (2018)
THE RISE OF PHOENIXES (2018)
Genre: Drama sejarah; perebutan kekuasaan; kerajaan, strategi politik, romance;
Episode: 70 @ 40 menit
Network: Netflix
Rating saya: 8,5/10
Sinopsis:
Perebutan kekuasaan menuju tahta kekaisaran Tiansheng di antara para pangeran yang berujung pada tewasnya para pangeran satu demi satu.
Tokoh utama adalah Pangeran ke-6, Ning Yi, yang bukan anak favorit kaisar. Bahkan ia sempat dipenjara selama 8 tahun oleh kaisar karena membela kakaknya Pangeran ke-3 yang dituduh makar. Ketika akhirnya dibebaskan, ia menyembunyikan ambisi dan jati diri sesungguhnya, berpura-pura lemah, penyakitan dan tidak ingin jadi kaisar. Padahal ia sibuk menyusun strategi untuk dapat membalas dendam kematian kakaknya Pangeran ke-3 akibat fitnah dan persekongkolan jahat putra mahkota.
Tokoh utama wanita adalah Feng Zhiwei, keponakan Jenderal Qiu Shangqi, komandan pasukan infanteri. Walaupun hidup menumpang di rumah pamannya dan tidak dianggap, Feng Zhiwei sangat cerdas, kuat, berani dan penuh muslihat. Ketika putri tunggal kesayangan Jenderal Qiu dijodohkan dengan Pangeran ke-6, keluarga Qiu bersiasat menolak perjodohan itu dengan memaksa Feng Zhiwei untuk berpura-pura menjadi Qiu Yuluo dan menikah dengan Pangeran ke-6. Dengan kecerdasannya Zhiwei berhasil membuat Ning Yi membatalkan pernikahan tanpa menyebabkan masalah bagi keluarga Qiu.
Pertemuan antara Ning Yi dan Zhiwei menerbitkan benih ketertarikan di antara keduanya. Kecerdasan dan keberanian Zhiwei meninggalkan kesan mendalam bagi Ning Yi.
Ketika Zhiwei membutuhkan bantuan untuk mengindari kejaran putra mahkota Ning Chuan yang mencurigai adik kembarnya Feng Hao sebagai keturunan kaisar dinasti sebelumnya, Ning Yi bersedia membantu dengan syarat Zhiwei berpura-pura jadi pria dan masuk ke Chinming Academy. Zhiwei memakai nama samaran Wei Zhi dan menjadi murid terbaik akademi yang berujung pada Wei Zhi direkrut menjadi pejabat istana oleh kaisar. Pembawaan Wei Zhi yang polos tapi penuh ide-ide cemerlang membuat kaisar sangat menyukainya. Dengan cepat Wei Zhi menjadi pejabat favorit kaisar dan sangat didengar pendapatnya oleh kaisar. Tentu saja hal ini sangat berguna bagi strategi Pangeran Ning Yi. Berbagai plot dan strategi untuk saling menjatuhkan mewarnai drama ini.
Kita dihibur dengan kecerdasan berimbang Wei Zhi dan Ning Yi dalam memecahkan semua permasalahan yang timbul. Bahu membahu pasangan ini melawan berbagai konspirasi jahat untuk menjatuhkan pangeran ke-6 Ning Yi. Kedekatan mereka berbuah pada rasa cinta yang bersemi di antara ke duanya.
Banyak multiplot yang membuat penonton terbawa suasana tegang sekaligus terbawa emosi kisah cinta Ning Yi dan Wei Zhi.
Jujur kalau saya tahu sebelumnya bahwa drama ini berjalan lambat selama 70 episode mungkin saya tidak akan menontonnya. (Awalnya saya kira hanya 56 episode).
Namun setelah mulai menonton dengan cepat saya terhanyut pada akting prima Chen Kun sebagai Ning Yi dan Ni Ni sebagai Feng Zhiwei / Wei Zhi dan chemistry yang terbangun apik di antara kedua pemeran utama ini. Konflik yang multiplot juga menarik untuk diikuti.
Rahasia identitas Feng Zhiwei yang sebenarnya adalah putri ke-9 kaisar dinasti sebelumnya yang ditumbangkan oleh dinasti Ning membuat cinta antara Ning Yi dan Zhiwei menjadi sangat sulit untuk terwujud. Cinta yang dalam di antara keduanya terjalin sangat kuat penuh dengan momen indah dan mengharukan. Penonton sangat berharap pada happy ending bagi keduanya. Tapi cinta tak selalu berujung persatuan. Pernikahan keduanya dicadangkan untuk kehidupan berikutnya di mana mereka berharap tidak terlahir di keluarga kerajaan sehingga mereka dapat bersatu dalam cinta.
Kesan saya akan ending ini, justru ini adalah pilihan yang terbaik bagi Feng Zhiwei. Ketika Kaisar Ning Yi melamarnya untuk menjadi permaisurinya bisa ditebak kehidupan macam apa yang akan dilalui Zhiwei di harem kerajaan.
Feng Zhiwei yang sebelumnya adalah pejabat kerajaan yang aktif memberi saran bagi kaisar, pejabat berpengaruh yang pendapatnya didengar oleh semua orang, Direktur pendidikan Chinming Academy, satu-satunya inspektur kerajaan wanita yang dikirim ke daerah konflik untuk memadamkan upaya makar, ratu kerajaan Jinshi yang memimpin prajurit di medan perang, apakah ia bisa berbahagia sebagai Empress yang terkurung di Imperial Harem?
Ning Yi sebagai kaisar juga berbeda dari Ning Yi sebagai pangeran ke-6.
Kaisar Ning Yi sangat otokratik dan tak segan memaksakan kehendak, juga pada wanita yang dicintainya mati-matian. Ia tak segan membunuh saingan utamanya Raja Jinshi, Helian Zheng, suami Feng Zhiwei. Walaupun belakangan terbukti tindakannya bukan sengaja tapi impulsif untuk melindungi wanita yang dicintainya.
Apakah saya menyesal menonton drama panjang yang tidak berakhir happy ending ini?
Jawabannya adalah TIDAK.
Perjalanan cinta dan perjuangan Ning Yi meraih tahta sangat menarik untuk ditonton. Drama ini juga menyuguhkan busana-busana indah, setting dekor yang megah dan tidak abal-abal. Sempurna.
Menyaksikan penampilan Feng Zhiwei sebagai wanita dan Wei Zhi sebagai pria sangat menarik karena kontras kedua pribadi ini dibawakan dengan sangat baik oleh Ni Ni.
Sementara itu ekspresi raut muka, tatapan wajah dan laku tubuh Ning Yi untuk menggambarkan konflik emosi juga sangat profesional.
70 episode The Rise of Phoenixes dengan ending yang kurang ideal tetap worth it untuk ditonton menurut saya.
Labels: C-Drama Review

0 Comments:
Post a Comment
<< Home